Headlines Post :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5jovNpqUXwE18EplU4gm6P81iZrK84VxUVUROWCJWga9t2pXGuUoAVzWnydZ3aRcf80331tpw0zTf0LR3Gwz0gg6GUiYp6clGYFF4QJXNrtSKa5zGsProxx7OxzJowJHjmnn4JmlGzkU/
Latest Post

😡CUKONG AHOKER DI BALIK PENCOPOTAN BALIHO?

Written By Miko Takada Tapiono on Kamis, 26 November 2020 | 23.02

Oleh  Hersubeno Arief


https://fnn.co.id/2020/11/24/cukong-ahoker-di-balik-pencopotan-baliho/


Markas Kodam Jaya di kawasan Cililitan, Jakarta Timur banjir karangan bunga.


 Narasi dan pesan yang ingin disampaikan,  sangat jelas. 


Rakyat mendukung langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.


 Pangdam Jaya memang tengah jadi perbincangan nasional,  menyusul  tindakannya   mencopot dan membersihkan  baliho ucapan selamat datang Habib Rizieq Shihab (HRS).


Bahwa tindakan Mayjen Dudung didukung oleh rakyat,  itu bisa terlihat jelas dari beragamnya nama pengirimnya. 


Mulai dari perorangan maupun organisasi kemasyarakatan.


Sekali lagi itu kesan dan pesan yang ingin dibangun.


Tapi apakah benar strategi komunikasi   dengan cara show of force,  membanjiri markas Kodam Jaya dengan karangan bunga itu berhasil?

 

Publik menangkap pesan dan mempunyai persepsi yang sama?  Masyarakat kemudian  ikut mendukung dan memberi basis legitimasi. 


Dengan begitu  Pangdam Jaya dapat terus melanjutkan tindakannya? 


Kelihatannya tidak begitu. Publik malah menangkap sebaliknya.


Narasi yang berkembang, terutama di media sosial, para cukong  yang dulu mendukung  mantan Gubernur DKI Ahok berada di balik aksi pembersihan baliho HRS.


Lho kok bisa begitu?


Pertama, pilihan membanjiri  Markas Kodam Jaya dengan karangan bunga ini bukan ide strategi komunikasi  yang orisinil. Duplikasi.


Publik dengan mudah diingatkan kembali pada modus yang sama. Saat Ahok kalah pada Pilkada DKI 2017. Saat itu Kantor Pemprov DKI berubah menjadi lautan karangan bunga.


Jadi tidak salah bila kemudian publik menyimpulkan,  pelaku  atau aktor yang menggerakkan aksi  ini sama dengan pelaku 2017.


Kalau menggunakan terminologi pidana, pelakunya adalah residivis. Mengulang perbuatan pidana yang sama. Cuma yang ini residivis karangan bunga ha...ha...ha.... 


Tentu ini bukan perbuatan  pidana. Tidak bisa dihukum. Yang menghukum publik.


 Tidak percaya dengan pesan yang ingin dibangun dan disampaikan.


Kedua, banjir karangan bunga ke Pemprov DKI bukan sebuah strategi yang sukses. 


Media saat itu berhasil membongkar fakta,  bahwa sebagian besar pengirim bunga itu hanya dilakukan oleh beberapa orang saja.


Seorang pemilik toko bunga mengaku mendapat pesanan ratusan karangan bunga dari seseorang, dengan  nama pengirim yang berbeda-beda. Alias nama fiktif.


Sesungguhnya ada juga perorangan yang benar-benar mengirim karangan bunga. Tapi fakta itu tertutup dengan temuan media. 


 Ada cukong yang membayari  karangan bunga itu.


Jadi dapat disimpulkan dukungan kepada Ahok tidak natural. Ada mobilisasi. 


Ada cukong yang jadi Bandar, sehingga kantor Pemprov DKI menjadi lautan bunga.


Kecurigaan yang masuk akal juga. 


Karena pandemi,  ekonomi sulit. Hanya orang yang punya kelebihan duit saja,  yang saat ini  mau buang-buang duit membeli karangan bunga. 


Dari sisi komunikasi, modus pengiriman bunga ini adalah strategi komunikasi yang gagal  ( communication failure).


Agak mengherankan bila sebuah strategi yang gagal, kok diulang kembali?


Kekonyolan serupa juga terjadi. Aliasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) merasa dicatut namanya. 


Mereka tidak pernah merasa mengirim karangan bunga.


Akibatnya yang ketiban apes,  ya Mayjen Dudung. 


Publik menilai ada tangan-tangan cukong Ahok di balik penertiban baliho HRS.


Maksud hati dari siapapun yang berada di balik gerakan mobilisasi pengiriman bunga ini mendukung Pangdam Jaya, malah berbuah sebaliknya.


Foto-foto Pangdam Jaya sedang berfoto dengan para pengusaha etnis Cina, menyebar luas di medsos.


Targetnya untuk mendiskreditkan Mayjen Dudung. Padahal bisa saja foto-foto itu tak ada kaitannya. 


Pangdam Jaya layak menegur keras si oknum yang memobilisasi pengiriman bunga  ini,  siapapun orangnya.


Ketiga, sebelum heboh pengiriman karangan bunga ini publik juga digemparkan dengan adanya video seorang wanita yang  mengenakan baju kotak-kotak ikut naik panser.  


Kendaraan tempur itu digunakan untuk mengawal pasukan yang membersihkan baliho HRS di kawasan Petamburan.


Publik saat itu menyebutnya ada Ahoker  alias pemuja Ahok yang  ikut bersama TNI menertibkan baliho HRS.


Penerangan Kodam  Jaya sudah menjelaskan bahwa wanita tersebut adalah seorang wartawan. Dia naik panser dengan pertimbangan keamanan.


Wartawan naik kendaraan tempur itu sebenarnya praktik biasa. Namanya embedded journalism,. Tapi biasanya itu hanya terjadi di medan tempur.


Kegiatan itu menjadi terkenal ke seluruh dunia,  ketika para wartawan  ikut bersama pasukan AS menyerbu Iraq dalam Perang Teluk.


Masalahnya penerangan Kodam Jaya  juga tidak menyebut jelas identitas si wartawan dan dari media mana. 


Spekulasi liar dibiarkan berkembang di tengah publik,  dengan berbagai bumbu penyedapnya.



Pesan tidak jelas


Kegagalan strategi komunikasi politik semacam itu harus jadi pelajaran, terutama bagi  instansi pemerintah. 


Di era digital, dimana informasi bisa dibuat dan disebar secara bebas oleh semua orang, dampaknya bisa sangat serius. 


Apalagi untuk keputusan penting dan sensitif. Bisa berantakan gak karuan.


Seorang pejabat tidak boleh mengambil sebuah kebijakan, tanpa memikirkan strategi komunikasi politiknya secara matang.


Semuanya harus dirancang secara matang . Ditimbang-timbang plus minusnya. Tidak boleh asal tabrak.


Gaya militer zaman dulu:  hajar dulu, urusan belakangan, sudah tidak berlaku.


Satu hal lagi yang perlu dberi catatan, pesan harus jelas,  dan tidak boleh berubah-ubah.


Mayjen Dudung sebelumnya mengklaim bahwa pencopotan baliho HRS adalah instruksinya.


Belakangan  setelah mendapat serangan dari berbagai kalangan. Istana dan juga Mabes TNI membantah memberi instruksi, Mayjen Dudung mengatakan pencopotan itu atas permintaan Satpol PP.


Mana yang benar? Publik telanjur tidak percaya karena pesan yang disampaikan Pangdam tidak jelas,  dan berubah-ubah. 


 Orang Minang punya pepatah menarik untuk menggambarkan situasi ini.


“Kato nan dahulu, sabana kato. Kato kudian, kato nan dicari-cari.”


Kata yang diucapkan paling  awal, adalah kata  sesungguhnya. Kata yang diucapkan  kemudian,  merupakan dalih yang dicari-cari.


Kasus pencopotan baliho bisa menjadi contoh menarik kegagalan sebuah strategi komunikasi politik. 


Banjir karangan bunga malah  berubah menjadi banjir caci maki. end

🔥Kisah Nyata Seorang Wanita Pemesan Kamar Di Neraka🔥

 Ada artis Indonesia mesan kapling di Neraka.


“Gua kan udah bilang, 

gua enggak gila-gila masuk surga say. 

Gua mah di neraka juga enggak apa-apa,” ujarnya.


Semoga Allah memberikan hidayah kpd wanita itu sebelum tiba ajalnya..


Kami ingin mengingatkanmu dgn kisah di bawah ini krn kami cinta dan sayang kepadamu... 


sebagai bentuk kepedulian sebagai sesama muslim...


🔥Kisah Nyata Seorang Wanita Pemesan Kamar Di Neraka🔥


Sahabat, sehubungan dengan beredarnya video artis.

yang menginginkan tinggal di neraka, 


maka kisah nyata ini sangat relevan untuk di posting kembali,

 sebagai i’tibar pelajaran bagi kita semua, 

agar kita berhati2 dalam setiap ucapan kita....


Suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bis mini untuk menuju ke tujuan di wilayah Iskandariah (Egypt = Mesir).


Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menyolok mata. Bajunya agak tipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.


Usia nya sekitar 20 tahun.


Di dalam bis itu ada seorang tua yang dipenuhi uban dan menegurnya.

 

“Wahai pemudi Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki…”, nasehat orang tua itu.


Namun, nasehat itu dijawab nya dengan jawaban mengejek,


“Siapakah kamu hai orang tua?


Apakah di tangan kamu ada kunci surga...? 

Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di surga atau neraka...?


Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat mengiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup dengan itu, si gadis lantas coba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua tadi sambil melafadzkan kata-kata yang lebih dahsyat,


“Ambil handphone-ku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka jahannam untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan biadab.

 

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawaban dari si gadis manis itu. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk.


Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan.


Semua yang di dalam bis tidak menghiraukan gadis yang masih muda yang tidak menghormati hukum itu dan mereka tidak mau menasehatinya karena khawatir dia akan menghina agama lebih parah lagi.


Sepuluh menit kemudian bis pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut lancang tersebut didapati tertidur di muka pintu bis. Pemandu bis termasuk para penumpang yang lain membangunkannya tapi gadis tersebut tidak sadarkan diri. Tiba-tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Rabbnya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.


Dalam suasana kalang kabut itu, tiba-tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang-orang segera berbuat untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua, tiga orang yang coba mengangkat mayat tersebut juga keheranan karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar begitu menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keamanan untuk mengurusi mayat itu.


Apakah keinginannya memesan sebuah kamar di neraka dikabulkan Allah? Naudzubillahi min dzalik.


Sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu.


Saudara-saudariku,


Alangkah baiknya jika kisah nyata ini kita jadikan bahan renungan dan pelajaran kita sebagai seorang muslim. Jangan sekali-kali kita mempermainkan hukum Allah maupun sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dengan senda gurau atau dengan mengejek.


Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إن أبغض الكلام إلى الله أن يقول الرجل للرجل: اتق الله، فيقول: عليك بنفسك.”


”Kalimat yang paling Allah benci, seseorang menasehati temannya, ’Bertaqwalah kepada Allah’, namun dia menjawab: ’Urus saja dirimu sendiri.”


(HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 1/359, an-Nasai dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, 849, dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah, no. 2598).


Semoga bermanfaat. 


Sumber: Faidah Ustadz Fahruddin Nu’man, Lc

🥰Tengku Zulkarnain bongkar pertemuan HRS dengan Anies Baswedan

 Saya, Tengku Zulkarnain dengan ini ingin menyatakan bahwa pertemuan malam itu berlangsung sesuai Protokol Kesehatan yg ketat. Tidak bersalaman, menjaga Phisical Distancing dan memakai masker standar pula. Dan, saya hadir di sana malam tadi...

.

Dan, di ujung pertemuan itu, ada hal yg membuat saya terpana karena kagum pada sosok Anies ini. Dengan sopan santun dan suara lunak, beliau menawarkan agar segera dilakukan SWAP TES esok harinya bagi seluruh keluarga HRS. IB HRS sempat menjawab bahwa beliau sekeluarga sudah di SWAP TES sebelum berangkat pulang dari Jeddah. Namun, Anies menimpali semestinya dilakukan SWAP TES ulang setelah pertemuan malam itu. Karena HRS dan keluarga sdh kontak dgn banyak orang. Kata beliau,"Besok akan saya kirim Tim Medis kemari...". Sontak HRS menimpali,"Baik pak Anies...!"

.

Kejadian malam tadi membuat saya semakin yakin bahwa Anies memang menghormati ulama, tapi juga bertanggungjawab akan tugasnya dalam menangani Pandemi Covid sesuai JUKNIS yg ada. Penghormatan beliau.pada Ulama tidak lantas membuat beliau melanggar prosedur Penanganan Covid yg telah beliau buat sendiri.

O, ya satu lagi, beliau datang di luar jam dinas dan memakai mobil pribadi Kijang Inova model lama, bukan milik negara.

Hebat bukan...?

.

Semoga Anies ke depan semakin MATANG untuk tampil sebagai anak bangsa terbaik dalam memimpin NKRI ke depan.

.

Pekanbaru, 11 November, 2020

Tengku Zulkarnain

🥰H-R-S, Dalam Catatan

 “H-R-S, Dalam Catatan”

Oleh : Ahmad Musyaddad


Belakangan ini, dunia medsos tanah air gempar dengan pernyataan seorang artis yang dinilai merendahkan seorang tokoh, ulama dan habib. Berita ini menjadi semakin liar, ketika  pernyataan tersebut ditanggapi banyak pihak, tak terkecuali oleh HRS. Sosok ulama dari kalangan habaib yang memiliki pengaruh di tengah gempita konstalasi politik di tanah air. Beliau merespon pernyataan si artis dengan ungkapan yang dinilai oleh beberapa pihak sebagai ungkapan menghina, tak pantas, jorok dan tidak layak diucapkan oleh seorang ulama, terlebih dari kalangan dzurriyah Rasulullah saw.


Dalam coretan ini, saya tidak akan mengomentari ungkapan si artis, sebab memang sudah jelas kontennya, situasinya, siapa yang melontarkannya dan apa motif di balik ungkapan tersebut. Saya juga tidak ingin masuk ke ruang regulasi tentang aturan protokol kesehatan dan pelanggaran yang dilakukan banyak pihak terkait kerumunan dan lainnya, sebab hal ini sudah banyak didiskusikan di forum-forum diskusi yang bermartabat. Saya hanya ingin masuk ke ungkapan HRS dalam menyikapi pernyataan si artis yang dinilai merendahkan itu.


Dari banyak video yang viral kita mendapati banyak pihak bersuara menyesali ungkapan HRS, mulai dari Pangdam Jaya sampai tokoh agama. Video-video tersebut lalu dikomentari oleh banyak pihak dengan komentar-komentar pedas yang menyudutkan Sang Habib. Alasannya, tidak sepatutnya ulama mengeluarkan kata-kata kotor, Islam adalah agama kasih sayang, Nabi saw mengajarkan kepada umatnya untuk berkata-kata yang baik, dan lain sebagainya.


Di sini saya ingin mengajak sahabat sekalian untuk membuka wawasan beragama kita lebih dalam. Apa yang ingin saya sampaikan bukan pembelaan terhadap HRS, tetapi lebih pada memposisikan ulama pada tempatnya. Saya hanya meyakini bahwa sosok HRS saat ini sedang berjuang membela idealisme yang beliau yakini, yaitu menegakkan kebenaran dan melawan ketidakadilan. Saya meyakini, dari interaksi bersama beliau selama ini, bahwa beliau adalah orang yang bertindak dengan ilmu dan didasari oleh nafas keikhlasan. Jikapun ada kekhilafan, maka beliau adalah manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf. Wala nuzakki ‘alallahi ahadan..


Jadi begini, inti masalahnya adalah apakah ungkapan yang dilontarkan oleh HRS itu memiliki sandaran dalam referensi keislaman kita? Ini menarik.

Jika kita membaca sirah nabawiyah dengan teliti, kita akan mendapati episode-episode menarik yang dapat kita jadikan ruang memberi uzur kepada ulama seperti HRS dalam melontarkan ungkapan merendahkan kepada seorang artis yang melecehkan ulama dan menghina perjuangan beliau. Salah satunya adalah ungkapan Abu Bakar as-Shiddiq yang dilontarkan di hadapan Nabi saw ketika membentak ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi saat terjadi peristiwa Hudaibiyah tahun 6 H.


‘Urwah yang saat itu menjadi delegasi kaum kafir Quraisy untuk menemui Rasulullah saw di Hudaibiyah meragukan kesetiaan para sahabat dalam membela Nabi saw dengan melontarkan ungkapan merendahkan. Mendengar ungkapan itu, Abu Bakar angkat bicara. Beliau membentak ‘Urwah bin Mas’ud dengan mengatakan, “Umshush bi bazhri al-laat” (sedotlah olehmu kemaluan berhala Latta). Riwayat tersebut disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya.  Ini adalah ungkapan paling menyakiti perasaan jika didengar oleh orang arab. Arti dari ungkapan ini pun sangat jorok jika ditangkap oleh telinga orang Indonesia. 


Abu Bakar... wamaa adraaka man Abu Bakar. Sosok santun yang kebiasaannya menangis di hadapan Rabbnya. Sosok pemurah yang hartanya diinfakkan semua di jalan Allah. Dari lisan beliaulah ungkapan tersebut keluar. Radhiyallahu ‘anhu wa ardhaah. Beliau melontarkan ungkapan itu kepada orang yang pantas mendapatkannya dan dalam situasi dan kondisi yang tidak biasa. Mari kita simak penjelasan para ulama, ketika mensyarah umpatan Abu Bakar as-Shiddiq ini.


Ibnu Hajar dalam Fathul Baari mengatakan, “Ujaran ini adalah dalil bolehnya melontarkan ungkapan jorok dengan maksud memberikan pelajaran kepada orang yang berhak mendapatkannya.” Ibnul Qayyim dalam az-Zaad berujar, “Ini menunjukkan bolehnya menyebut bagian dari aurat dengan terus terang, jika terdapat maslahat pada konteks tersebut.” Adapun Ibnu Taimiyah berkata, “Jika lawan bicara melakukan kezaliman, maka kita tidak diperintahkan untuk menjawabnya dengan ujaran yang baik.” 


Para ulama berpendapat bahwa jika konteks yang dihadapi menghajatkan seseorang harus terus terang mengungkapkan ungkapan buruk demi menghadirkan maslahat dan mencegah kerusakan, maka hal itu tidak mengapa dilakukan. Ini tidak bertentangan dengan sabda Nabi saw, “Seorang mukmin itu tidak menjadi pencaci, pelaknat dan berujar kotor.” Dalilnya adalah firman Allah, “Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. an-Nisa’: 148) dan dalam konteks Abu Bakar, Nabi saw tidak menegur beliau. Kalaulah yang dilakukan beliau adalah kekeliruan, maka pasti Baginda Nabi saw melarangnya. Tetapi Nabi saw justru membiarkannya sebagai sebuah taqrir (persetujuan). Dan beliau tidak pernah sama sekali menyetujui sesuatu jika hal itu adalah batil.


Nah, pembaca yang budiman, ini hanyalah sekelumit dari wawasan Islam yang tercatat rapi dalam khazanah keilmuan kita. Pada akhirnya, saya serahkan kepada anda apakah konteks Hudaibiyah dapat diqiyaskan kepada perjuangan HRS ataukah tidak. Jawabannya kembali kepada Anda. Yang jelas, jika pembaca menilai bahwa HRS adalah orang yang terzalimi, baik oleh penguasa, aparat atau si artis, maka ayat di atas cukup menjadi pegangan beliau dalam berhujjah. Beda halnya, jika anda tidak menganggap beliau terzalimi. 


Jika ada saudara seiman yang menganggap ujaran beliau adalah sesuatu yang hina, mungkin dia belum banyak membaca catatan sejarah perjuangan Islam. Dan jika ada ulama, kiyai atau habaib yang menganggap beliau tak pantas berujar demikian, mungkin beliau-beliau itu belum merasakan dizalimi sebagaimana kezaliman yang dirasakan oleh HRS. Sebab memang jika dilacak track record beliau, tidak didapati beliau mengungkapkan kata-kata yang buruk, kecuali kepada orang yang dianggap melakukan kezaliman. Dan tentunya kita sepakat, bahwa perkataan yang baik kepada siapapun adalah sesuatu yang lebih dekat kepada maslahat.

 

Tetap bersatu. Katakan yang benar. Jangan buru-buru salahkan ulama. Dan yang terpenting, jaga jarak dengan hati tak boleh berjarak. 


Mekah, 06-04-1442 H

🤲Wangi Semerbak Mahluk Tuhan di Tenda Pengungsian

Written By Miko Takada Tapiono on Selasa, 09 Oktober 2018 | 20.38

Oleh : Martinus Rivano, Palu.

Malam itu anak kami yang baru berusia 14 bulan terus menangis,, Karena sudah hampir 2 hari belum makan atau minum susu sama sekali.

Hanya asi dari ibunya dan itu pun Sudah tak keluar lagi karena ibunya juga sudah hampir 2Hari tak makan apapun.

Kondisi anak kami benar benar sudah lemah, Badan nya panas, Pun istri kami yang ikut menangis melihat kondisi anak semata wayang kami yang terus menerus menangis tanpa suara. Kami tak bisa berbuat apa apa karena kondisi dan logistik yang susah didapatkan.

Waktu itu sekitar pukul 21.30 ada 4 orang berseragam putih-putih lewat didepan tenda kami,, Mungkin karena mendengar tangisan anak kami mereka menghampiri kami.

Mereka bertanya tentang kondisi kami sambil mengamati keadaan sekitar kami, terutama kalung salib yang tergantung dileher anak kami.

Ketika salah seorang dari mereka mengambil hp dan menyenteri keadaan sekeliling kami, jantung ini seakan berhenti berdenyut, "Inilah laskar FPI yang selalu kami musuhi, apa yang akan mereka lakukan pada kami !!??"

Seribu pikiran ketakutan melayang layang dibenak kami. Ketakutan kami semakin menjadi jadi ketika 2 orang dari mereka pamit mau ke kamp mereka sebentar.
Hanya tinggal 2 orang yang masih berjaga jaga disekitar kami.

Tak lama kemudian datanglah 2 orang yang tadi bersama teman temannya sekitar 13 orang sambil memanggul barang.

Mereka menghampiri kami lalu menyerahkan bahan makanan yang lumayan banyak termasuk susu buat anak kami dan beberapa roti dan air mineral. Dan membagikan kepada tetangga yang dekat dengan kami.

Dada kami sesak tak bisa berkata apa-apa. Salah satu dari mereka mengambil gelas dan menuangkan sedikit susu dan memberikannya kepada istri kami untuk segera meminumkannya kepada anak kami.

Dalam remang kulihat air mata jatuh darimata salah satu orang tersebut ketika melihat anak kami yang seperti kesurupan meminum susu tadi.

Kami bertanya apa sebabnya ia menangis melihat anak kami minum susu.

Apa jawabannya !!??
Ia berkata; "Alangkah dzalim nya saya ketika melihat sesama mahluk tuhan menderita, tetapi kami tak kuasa berbuat apa apa."

Perhatian saya tertuju pada kata kata mahluk "tuhan". Kenapa bukan sebutan yang sering digunakan pada mereka yang mengaku paling toleran ??

Pelajaran berharga bagaiman kami jadi tau mana hitam mana putih,, Mana yang benar-benar tulus menolong sesama meskipun beda keyakinan.

Puji Tuhan !!!
Saya menyesal dulu saya gencar meminta untuk membubarkan ormas tersebut.

Buat saudara ku yang ingin agar ormas tersebut dibubarkan, Satu pertanyaan ku mampu kah kalian meninggalkan anak, Istri, Keluarga dan semua kesenangan kalian hanya untuk menolong orang orang yang tidak bisa membalas kebaikan kalian ini !!??

Puji Tuhan !!

Masjid Baiturrohim Pucungrungkad wetan, Teluk Sumurkidem Purwokerto

Written By Miko Takada Tapiono on Minggu, 03 Agustus 2014 | 19.43

Kami segenam warga masyarakat sekitar masjin Baiturrohiim Pucung rungkad wetan, Teluk, Sumurkidem, Purwokerto Selatan, Mengucapkan Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin...



Dengan Semangat Persaudaraan, kita per-erat tali persahabatan, kuatkan iman dan taqwa, satukan tujuan, LILLAHITA'ALA.
Tidak mempan di adu domba dengan sesama muslim.

Sesama Muslim adalah bersaudara.

Marhaban Ya Ramadhan...

Written By Miko Takada Tapiono on Minggu, 25 Mei 2014 | 21.36

Tak terasa.. sebentar lagi Puasa

Marhaban Yaa Ramadhaan...

Semoga kita bertemu kemenangan...

Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

kasihanilah kami dan sayangilah orang tua kami dan orang-orang yang kami sayang...

hanya kepada-Mu lah kami meminta perlindungan.

Duhai Allah yang Maha sempurna dalam segala penciptaan.

Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Tinggikanlah derajat kami sebagai manusia yang mudah terhina akan tingkah laku kami sendiri.

Ingatkanlah kami dengan peringatan-Mu yang Maha lembut dan Maha bijaksana.

Ya Allah yang Maha pemurah dekatkanlah kami kepada kasih sayang hidayah-Mu.

Pertemukanlah kami dengan curahan rahmat dan kasihsayang-Mu di bulan yang mulia,

Ramadhan-Mu yang Mulia.

Amiin-Amiin, Ya Robbal 'Alamiin


 
Support: Twitter | Blog | Facebook
Copyright © 2012. Baiturrohim - All Rights Reserved
Published by Tapiono Creative
Powered by Blogger